Kamis, 03 Mei 2012

Koneksi Internet dengan Bola Lampu

Wireless Fidelity (Wi-Fi) kita kenal sebagai salah satu cara agar bisa tersambung ke Internet. Awalnya, Wi-Fi diciptakan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan local area network (LAN). Namun, kini Wi-Fi bisa kita nikmati di mana-mana; restoran, kafe, rumah, kantor, sampai area ruang terbuka tertentu.

Semakin merakyatnya jaringan Internet, semakin banyak pula menara base transmition system (BTS) yang harus berdiri. Setidaknya, ada sekitar 1,4 juta BTS yang berdiri di atas bumi kita. Ada sekitar 600 terabyte total data yang dilalui BTS di seluruh dunia setiap bulan. Di sisi lain, ada sekitar 14 miliar bola lampu yang menyala, memancarkan cahaya. Lalu apa hubungan antara internet dan bola lampu? Berikut penjelasannya.

Harald Haas, ahli fisika asal Jerman, menemukan cara lain untuk menyambungkan peralatan komunikasi, khususnya ponsel, ke Internet. Dan itu menggunakan bola lampu. Anda pasti tahu kalau cahaya adalah gelombang elektromagnetik, sama seperti ponsel atau perangkat pemancar lain. Hanya, gelombang pada bola lampu menggunakan spektrum cahaya yang tampak di mata. Inilah yang sedang dikembangkan oleh Haas.

Haas melakukan penelitian bernama D-light. Ini adalah sebuah cara agar transmisi data pada light-emitting diode (LED) bisa dioptimalkan. Caranya, pengiriman data dilakukan menggunakan teknologi subcarrier index modulation orthogonal frequency division multiplexing (SIM OFDM), dengan modulasi spasial.


Coba bayangkan remote televisi dan televisi itu sendiri. Remote selama ini melakukan pemindahan data ketika mengontrol televisi untuk mati, pindah saluran, mengatur suara, dan lain-lain. Terjadi proses pemindahan data yang tidak terlalu kita sadari. Bola lampu akan menjadi perangkat transmisi data. Sebuah alat nirkabel yang berada dalam jangkauan LED dapat mengirimkan dan menerima data melalui cahaya.

Satu keunggulan internet dengan bola lampu adalah koneksinya yang cepat. Harald mengklaim, kecepatan setiap individu bisa mencapai lebih dari 10 megabyte persecond (Mbps). Dalam bayang-bayang Harald, semua device di masa depan (laptop, smartphone, tablet, dll) dapat terhubung ke Internet dengan hanya mengandalkan sumber cahaya, termasuk cahaya lampu di ruangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar